Jelajah Pasar Gede Solo: Sejarah, Kuliner, dan Tips Berkunjung

Published On 15 Sep 2026

Pasar Gede Solo

Jalan-jalan ke Surakarta rasanya kurang lengkap tanpa mencicipi aneka kelezatan khas kotanya. Menjadi pusat budaya sekaligus surga jajanan legendaris, Pasar Gede Solo selalu sukses memikat siapa saja yang datang berkunjung.

Tak hanya sebagai tempat transaksi jual beli, pasar tertua di Kota Bengawan ini menghadirkan perpaduan sejarah dan ragam cita rasa autentik. Khusus untuk Anda, berikut rangkuman seputar sejarah, daya tarik, hingga tips berburu kuliner yang kami siapkan.

Mengenal Sejarah Singkat Pasar Gede Solo

Sejarah pasar ini berawal sejak pemindahan Keraton Surakarta oleh Pakubuwono II pada tahun 1745. Kala itu, masyarakat Tionghoa bermukim di timur Sungai Pepe dan mulai membangun pusat perniagaan mandiri.

Bangunan pasar kemudian dirancang oleh arsitek Belanda bernama Thomas Karsten dengan memadukan unsur gaya Eropa dan atap Jawa yang khas. Sentuhan perpaduan dua budaya tersebut menjadikan bangunannya tampak sangat ikonik hingga hari ini.

Pada era kolonial, kawasan ini sempat dijuluki Pasar Priyayi karena menyajikan barang dagangan berkualitas tinggi. Kini, Pasar Gede Solo telah bertransformasi menjadi pusat perdagangan utama sekaligus destinasi favorit para wisatawan.

Akses, Lokasi, dan Jam Operasional

Berada tepat di persimpangan kawasan Pecinan dan dekat dari Tugu Jam, lokasi Pasar Gede Solo sangat mudah dijangkau dari berbagai sudut kota. Kami sarankan Anda datang saat pagi hari agar bisa berburu aneka sarapan legendaris tanpa harus berdesakan.

  • Lokasi: Jl. Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
  • Jam Operasional: Area pasar kebutuhan pokok (08.00–17.00 WIB), area wisata kuliner dan sarapan (06.00–14.00 WIB).

Fakta Menarik Seputar Pasar Gede Solo

Aktivitas di pasar legendaris ini nyaris tidak pernah sepi sepanjang hari. Ragam pesona budayanya pun menyimpan sejumlah daya tarik menarik yang patut Anda ketahui.

1. Surganya Kuliner Tradisional

Pasar ini merupakan rumah bagi puluhan hidangan otentik khas Surakarta yang resepnya terjaga secara turun-temurun. Anda dapat menemukan sajian gurih seperti nasi liwet, serabi, timlo, hingga aneka minuman segar seperti es dawet telasih.

2. Pusat Oleh-Oleh Batik

Selain urusan perut, Anda juga bisa berburu aneka cinderamata kain dan pakaian batik di dalam area pasar. Pilihan motif yang ditawarkan cukup bervariasi dengan harga yang ramah di kantong.

3. Titik Pusat Festival Budaya

Pasar Gede rutin menjadi panggung perayaan festival tahunan berskala besar, salah satunya Grebeg Sudiro saat menjelang Imlek. Ribuan lampion merah yang menghiasi sekitar jalanan pasar selalu sukses memukau warga maupun wisatawan.

4. Perpaduan Belanja dan Wisata

Gaya arsitektur peninggalan kolonial Belanda pada fasad pasar memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda dari pasar tradisional biasa. Anda bisa berbelanja bahan dapur sembari mengagumi struktur interiornya yang kokoh dan bernilai seni tinggi. 

5. Spot Foto Bernuansa Estetik

Pemandangan klasik di sekitar pasar menyajikan banyak sudut foto yang sangat menarik untuk diabadikan. Menariknya lagi, deretan pohon tabebuya di depan pasar kerap mekar cantik saat memasuki bulan September hingga Oktober.

Rekomendasi Kuliner Pasar Gede Solo

Sejak pagi buta, Pasar Gede Solo sudah ramai dengan pedagang yang menawarkan berbagai kuliner khas. Dari jajanan tradisional hingga hidangan legendaris, berikut pilihan yang bisa Anda coba.

1. Nasi Liwet Bu Sri 

Kuliner Pasar Gede Solo

Photo by Riskawatiusman on Canva Pro

Pilihan pertama untuk menu sarapan adalah Nasi Liwet Bu Sri yang disajikan hangat di atas pincuk daun pisang. Seporsi hidangan ini dilengkapi suwiran ayam kampung, telur pindang, sayur labu siam gurih pedas, serta siraman areh santan kental yang gurih.

Nasinya sendiri dimasak langsung bersama kaldu ayam dan santan sehingga menghasilkan aroma wangi yang sangat khas. Lapak Bu Sri buka sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, jadi pastikan Anda tidak datang terlalu siang agar tidak kehabisan.

2. Tahok Pak Citro 

Tahok salah satu kuliner legendaris khas Solo yang banyak ditemui di Pasar Gede. Sajian legendaris ini terbuat dari ampas kedelai halus menyerupai kembang tahu lembut yang disiram kuah jahe manis nan harum.

Tekstur kembang tahunya yang lembut langsung lumer di mulut dan seketika menghangatkan perut. Jika makan langsung di tempat, Anda bahkan bisa menikmati kuah jahe hangatnya secara leluasa sampai puas. 

3. Es Dawet Telasih Bu Dermi

Ingin mencicipi minuman yang segar-segar? Jangan sampai terlewat mencoba es dawet telasih. Semangkuk minuman segar ini berisi paduan cendol hijau kenyal, biji selasih, bubur sumsum lembut, serta tape ketan hitam manis. 

Racikan tersebut kemudian disiram santan gurih, sirup gula racikan khas, dan bongkahan es batu yang menyegarkan. Eksis sejak tahun 1930, es dawet telasih selalu kami rekomendasikan kepada setiap wisatawan yang pertama kali berkunjung ke Solo.

4. Lenjongan Yu Sum dan Brambang Asem 

Jika Anda menyukai jajanan Pasar Gede Solo bercita rasa manis, seporsi lenjongan aneka rupa ini patut dicoba. Isiannya sangat lengkap mulai dari tiwul, cenil, klepon, grontol, hingga ketan hitam yang ditaburi parutan kelapa gurih dan kucuran gula merah cair.

Selain lenjongan, kami juga menyarankan Anda mencicipi brambang asem yang menyajikan perpaduan rasa pedas, manis, dan asam segar. Daun ubi rebus yang disiram sambal terasi berpadu sempurna saat disantap bersama tempe gembus bacem yang legit.

5. Tengkleng Bu Suyek

Menjelang waktu makan siang, aroma semangkuk tengkleng berkuah rempah gurih khas Bu Suyek siap memanjakan lidah Anda. Hidangan ini berisi olahan tulang kambing, potongan daging empuk, serta aneka jeroan berbumbu kuning encer yang sedap.

Tersedia pula sate lemak dan sate jeroan kenyal yang teksturnya sangat empuk saat dikunyah. Kami sarankan Anda menikmatinya bersama sepiring nasi putih hangat dan cabai rawit utuh untuk sensasi rasa pedas yang mantap. 

Tips Nyaman Berkunjung ke Pasar Gede Solo

Agar kegiatan berburu kuliner atau oleh-oleh Anda tetap menyenangkan dan terbebas dari kerepotan, perhatikan beberapa tips kunjungan dari kami berikut ini:

  • Datanglah lebih pagi sekitar pukul 06.30 WIB agar tidak kehabisan menu sarapan favorit.
  • Selalu tanyakan nominal harga secara sopan sebelum memesan makanan atau membeli cinderamata.
  • Sediakan uang tunai pecahan kecil karena sebagian pedagang tradisional belum menyediakan opsi pembayaran digital.
  • Selalu letakkan tas atau dompet di bagian depan badan demi keamanan Anda saat berada di tengah keramaian.
  • Gunakan taksi agar lebih praktis, terutama saat kondisi lalu lintas dan area parkir di sekitar Pasar Gede sedang padat.

Dengan kekayaan budaya dan kuliner yang melimpah, Pasar Gede Solo menjadi spot terbaik yang wajib dikunjungi. Agar pengalaman menjelajah pasar tetap nyaman, pilih transportasi yang memudahkan perjalanan sejak berangkat hingga tiba di lokasi.

Anti Ribet Cari Parkir di Pasar Gede, Gas Naik Bluebird!

Mau food hunting santai tanpa pusing terjebak macet dan ribet cari parkir? Anda tinggal duduk nyaman dan biarkan pengemudi profesional Bluebird mengantar perjalanan Anda tepat sampai di depan pintu masuk pasar.

Armada taksi kami yang bersih dan terawat siap menemani rute liburan Anda di Solo dengan tarif yang transparan. Yuk, unduh aplikasi MyBluebird sekarang dan nikmati kemudahan jalan-jalan keliling kota tanpa rasa cemas!

 

Download Aplikasi MyBluebird

Baca juga Artikel Lainnya